Seputar Peradilan

KAIDAH Ke- 7 MABADI AL-AWALIYAH

الاصل بقاء ما كان على ما كان

"Pada dasarnya ketetapan suatu perkara tergantung pada keberadaannya semula"

pa-brebes.go.id|21-05-2018

Hari ini bertepatan dengan hari ke- 5 bulan ramadhan 1439 H., seperti bisanya agenda rutin yang dimulai dengan sholat dzuhur berjama`ah dilanjutkan dengan kultum dan kemudian diakhiri dengan tadarus Al-Qur`an.

Namun pada hari ini sesuai dengan jadwal Pengisi Kultum yakni Ketua Pengadilan Agama Brebes (Drs. H. Abd. Basyir, M.Ag.) yang pada kesempatan kali ini beliau melanjutkan pembahasan/ pengkajian Kitab Fiqih "MABADI AL- AWALIYAH" yang mana pada ramadhan tahun lalu belum khatam, dan kali inipun beliau melanjutkannya pada pokok bahasan yang masih pada bagian kedua QOWA’ID AL-FIQH

Sabda Rasulullah SAW. :

انما الاعمال بالنيات وانما لكل امرئ ما نوى ) رواه البخارى(

Artinya: “Segala sesuatu tergantung pada niatnya, dan apa yang didapatkan ialah apa yang telah diniatkan.” (HR. Bukhari).

yakni tepatnya pada kaidah ke - 7

الاصل بقاء ما كان على ما كان

"Pada dasarnya ketetapan suatu perkara tergantung pada keberadaannya semula"

Contoh Kaidah :

1. Seseorang yang makan sahur dipenghujung malam dan ragu akan keluarnya fajar maka puasa orang tersebut hukumnya sah. Karena pada dasarnya masih tetap malam (al-aslu baqa-u al-lail).

2. Seseorang yang makan (berbuka) pada penghujung siang tanpa berijtihad terlebih dahulu dan kemudian ragu apakah matahari telah terbenam atau belum, maka puasanya batal. Karena asalnya adalah tetapnya siang (al-ashl baqa-u al-nahr).

bersambung............... Kultum diakhiri dengan acara tadarus bersama. (Tim_red)

  Pelayanan Prima, Putusan Berkualitas