Seputar Peradilan

EMPAT POKOK AJARAN SUNAN DRAJAT

pa-brebes.go.id|30-05-2018

 

Jama`ah Sholat Dzuhur Pengadilan Agama Brebes, tepatnya Rabu 14 Ramadhan 1439 H. seperti biasanya agenda Sholat yang dilanjutkan dengan Kultum dan juga Tadarus dengan maksud ingin mencari berkahnya bulan puasa ini, yang belum tentu kita mengalaminya pada tahun-tahun berikutnya.

Drs. Sakdullah, S.H.,M.H. (Hakim PA. Brebes) yang pada kesempatan kali ini beliau bertugas mengisi ceramah. Dalam ringkasannya beliau menyapaikan Suri Tauladan ke Islaman yang diajarkan oleh Sunan Derajat yang memiliki nama asli raden qasim dikenal sangat arif dan dermawan. Beliau menurunkan sebuah kaidah agar tidak saling menyakiti, baik itu melalui perkataan maupun perbuatan, kepada para pengikutnya. Ia juga memperkenalkan islam melalui konsep dakwah dengan cara yang bijak dan tanpa paksaan. Dalam menyampaikan ajaran islam, sunan drajat menempuh beberapa cara. diantaranya Sunan Derajat sering berdakwah melalui tembang pangkur dengan riringan gending. ada empat pokok ajaran sunan drajat. antra lain sebagai berikut ;

1. pertama, paringono taken marang kan kaluyon lan wuta artinya yakni memberikan tongkat kepada orang buta

2. Kedua paringono pangan marang kang kaliren, artinya memberikan makan kepada yang kelaparan

3. ketiga, paringono sandang marang kang kawudan. artinya memberikan pakaian kepada yang telanjang

4. Keempat, paringono payung kang kodanan, artinya memberikan payung kepada yang kejujanan.

Cara berdakwah sunan drajat – Sunan drajat juga berpesan sesuatu kepada masyarakat yang diajarinya, pertama, memangun resep teyasing sasomo (kita selalu membuat senang hati orang lain). Kedua, jroning suko kudu eling lan waspodo (kita harus tetap ingat dan waspada di dalam suasana riang). ketiga, laksitaning subroto tan nyipto marang pringgo bayaning lampah (kita tidak perlu memedulikan dengan segala bentuk rintangan dalam perjalanan mencapai cita-cita luhur).

Keempat, memper hardaning pancadriya (kita harus selalu menekan gelora nafsu). Kelima, heneng,  hening, henung (kita akan memperoleh keheningan dalam keadaan diam dan kita akan mencapai cita-cita luhur dalam keadaan hening itu). keenam, mulyo guno panca waktu (kita hanya bisa mencapai suatu kebahagiaan lahir batin dengan shalat lima waktu)

Dari Keempat Ajaran yang diterapkan oleh Sunan Drajat tersebut diatas dapat kita ambil kesimpulan yang pada intinya, Kita tidak hidup dan tidak dapat hidup sendiri tanpa adanya orang lain, kita harus saling menghargai dan saling tolong menolong antar sesama. (tim_red).

  Pelayanan Prima, Putusan Berkualitas