KULTUM RAMADHAN 1444 H
Hari I (tanggal 5 Ramadhan)
Oleh YM Bpk Amran Abbas, S.Ag., S.H., M.H. (Wakil Ketua PA Brebes)

Kajian surat Al-Baqarah 184.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَيَّا مًا مَّعْدُوْدٰتٍ ۗ فَمَنْ كَا نَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّا مٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَا مُ مِسْكِيْنٍ ۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَ نْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّـکُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
“(yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 184)


Kata “yuthiiquun” yaitu orangtua yg renta tidak mampu lagi berpuasa, orang yang sakit permanen, pekerja keras yg tidak mungkin libur.
Maka ketiga kelompok di atas boleh tidak puasa, namun wajib membayar fidyah.


Ada juga perempuan haid yang belum bayar hutang puasa sampai datang ramadhan berikutnya, maka baginya wajib mengqodho puasa dan membayar fidyah. Juga bagi perempuan hamil jika khawatir atas bayinya maka wajib qodho dan membayar fidyah kepada 1 orang miskin sejumlah hari yang ditinggalkan.
Fidyah memberi makan seukuran 1 mud gandum. Atau bisa diuangkan sejumlah rp50.000,00. Demikian kesimpulan kultum siang hari ini. Wallaahu a’lam***




