KULTUM RAMADHAN 1444 H
Hari II (tanggal 6 Ramadhan)
Oleh YM Bapak Drs. H. Udin Najmudin, S.H., M.H. (Ketua PA Brebes)

Sebelum kultum dimulai, dibacakan Alfatihah untuk kesembuhan istri bapak Drs. H. Makhrus.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَا مُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 183)
Yang dipanggil oleh Allah SWT untuk melakukan ibadah puasa adalah orang-orang yang beriman.
Ayat ini turun pada bulan syakban, yang sebelumnya Rasulullah berpuasa pada bulan asyuro.

Ramadhan artinya pembakaran, yaitu membakar dosa-dosa umat Islam. Jika umatku tahu banyak kebaikan dalam bulan ramadhan, niscaya mereka akan meminta semua bulan sebagai bulan Ramadhan. (Alhadits).
Semua ibadah baik puasa, sholat, sedekah dan sebagainya dilipatgandakan pahalanya. Awalnya, puasa itu hanya boleh makan minum dan hubungan suami istri dari maghrib sampai isya. Banyak sahabat yang merasa berat menjalankannya, maka Allah SWT turunkan ayat Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 187 yang memerintahkan makan minum dan hubungan suami istri sejak terbenam matahari hingga terbit fajar shodik. Ibadah yang penting saat ramadhan adalah makan sahur. Karena di dalamnya ada keberkahan dan juga menguatkan badan dalam menjalani puasa seharian.

Puasa juga ujian kejujuran, latihan pengendalian diri (menahan hawa nafsu) dan perbaikan amal ibadah, seperti baca Qur’an, shalat-shalat sunnah dan sedekah/infaq. Marilah kita mengisi kegiatan ramadhan dengan semangat. Wallaahu a’lam***




